ETIKA DALAM AGAMA KHONGHUCU
Etika dalam agama Khonghucu
Etika dalam pengertian Umum
(Ensklopedia
Indonesia 1980), etika diartikan sebagai ilmu tentang kesusilaan,
yang menentukan bagaimana patutnya manusia hidup dalam masyarakat. Sedangkan
Professor Dr. lin Yu Tang, dalam bukunya yang berjudul “My
Country and My People”, 1936, mengartikan bahwa moral
konfusiani itu sebagai “Upaya manusia untuk memperoleh kebijakan dalam
garis-garis kebijaksanaan dan berperilaku sebagai raja.
. Menurut
Khonghucu etika itu penting untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Untuk mengenal ajaran etika
Khonghucu secara mendalam, maka kita harus mengenal apa yang disebut dengan San Kang
(tiga hubungan tata karma), Ngo Lun (Lima norma kesopanan dalam
masyarakat ), Pa Te (Delapan sifat mulia atau
delapan kebijakan ), pentingnya nilai belajar bagai manusia dan etika terhadap
makluk halus.
1.
San kang (tiga hubungan tata karma)
Pengertian dari San Kang
atau tiga hubungan tata karma ini adalah :
a. Hubungan raja dengan menteri atau atasan
dengan bawahan
Ungkapan khonghucu :
“seorang raja memperlakukan mentrinya dengan Li (kesopanan atau penuh
dengan budi pekerti yang baik). Seorang mentri mengabdi kepada raja
dengan kesetiaannya.” (Lun Gi III: 19)
b.
Hubungan orangtua dengan anak
Khonghucu juga membicarakan
tentang hubungan bapak dengan anak-anaknya, dan juga sebaliknya hubungan anak
dengan orang tuanya.
Perkataan khonghucu :
“Raja berfungsi sebagai fungsi, menteri berfungsi sebagai menteri,
ayah berfungsi sebagai ayah dan anak berfungsi sebagai anak.” (Lun Gi XII: II)
Perkataan khonghucu di atas menggambarkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari ,
seseorang harus dapat menempatkan fungsi sosialnya dengan baik.
c.
Hubungan suami dengan istri
Bagi Khonghucu hubungan
suami dengan istri haruslah juga didasarkan pada sifat-sifat baik dan
terpuji. Seorang suami haruslah dapat menghormati istrinya dan begitu
juga sebaliknya. Hal ini dapat dilihat dari kata-kata Mencius di bawah ini
:
“Menurut (mengikuti) sifat-sifat yang benar itulah jalan suci bagi seorang
wanita”. (Mencius III, 2;2) istri yang baik itu adalah istri yang tunduk dan
patuh terhadap printah suaminya, dan istri yang tidak baik adalah istri yang
selalu melanggar perintah suaminya.
Jika seorang istri dapat menuruti
perintah suaminya, bukan berarti suami dapat berbuat sekehendak hatinya, namun
suami hendaklah dapat berbuat yang terbaik untuk istrinya. Bagi khanghucu
sebaiknya suami bersikap sebagai seorang kuncu (manusia budiman) yang dapat
menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga.
2.
Ngo Lun (lima norma kesopanan dalam masyarakat)
Ngo Lun itu juga disebut sebagai Wu Luen, yang artinya juga “lima
norma kesopanan dalam masyarakat”. Baik Ngo Lun, maupun Wu Luen,
mempunyai arti yang sama.
Dalam San Kang
dibicarakan tentang: (1) Hubungan raja dengan menteri atau hubungan
atasan dengan bawahan, (2) Hubungan Ayah dengan anak, (3) hubungan suami dengan
istri. Dalam Ngo Lun, ketiga hubungan tersebut
ditambah dengan dua hubungan lagi yaitu : (1) Hubungan saudara dengan saudara
dan (2) Hubungan teman dengan teman.
a.
Hubungan saudara dengan saudara
perkataan Khonghucu tentang
hubungan saudara dengan saudara:
“Seorang
muda, di rumah hendaklah erlaku bakti, di luar (rumah) hendaklah bersikap
rendah hati, hati-hati sehingga dapat dipercaya, menaruh cinta kepada
masyarakat, dan berhubungan erat dengan orang yang berperi cinta kasih.” (Lun Gi, I:6)
Perkataan khonghucu diatas tidak
secara jelas menerangkan hubungan antara saudara dengan saudara, khonghucu
mengatakan “Seorang muda, di rumah hendaklah adil…” perkataan ini bisa
diartikan khonghucu menekankan dalam kehidupan berkeluarga sbaiknya yang tua
(saudara yang tua) hendaklah menghormati yang muda (saudara yang muda).
b.
Hubungan teman dengan teman
Khonghucu mengatakan :
“Ada tiga macam sahabat yang membawa manfaat dan ada tiga seorang sahabat yang
membawa celaka. Seorang sahabat yang lurus, yang jujur, dan yang berpengetahuan
luas, akan membawa manfaat. Seorang sahabat yang licik, yang lemah dalam
hal-hal baik, dan hanya pandai memutar lidah akan membawa celaka. (Lun Gi, XIV
: 4)
Sahabat yang member manfaat itu
menurut khonghucu bukanlah dilihat dari besar kecilnya materi yang dimilikinya,
tapi yang terpenting adalah sahabat yang memiliki pengetahuan yang banyak.
Pengetahuan bagi khonghucu adalah penting, sebab dengan pengetahuan yang
banyak, orang dapat membentuk manusia yang bodoh menjadi pintar, miskin menjadi
kaya, terbelakang menjadi maju, dan lain-lain.
Khonghucu juga berkata; “ada tiga macam kesukaan yang membawa faedah, dan ada
tiga macam kesukaan yang membawa celaka. Suka memahami kesusilaan dan music,
suka membicarakan perbuatan orang lain, dan suka bersahabat dengan orang-orang
bijaksana, akan membawa faedah. Suka akan kesombongan dan kemewaha, suka
bermalas-malasan dan berkeliaran, dan suka berpesta pora yang tiada artinya,
akan membawa celaka.” (Lun Gi, XVI :5)
Khonghucu juga berkata: “Bila teman bersalah maka berilah nasehat agar ia dapat
kembali kejalan yang benar. Bila ia tidak mau, janganlah memaksanya, itu hanya
akan memalukan diri sendiri.” (Lun Gi, XII: 23)
3.
Sifat-sifat mulia dalam ajaran khonghucu
1)
Wu Chang (lima sifat yang mulia)
Lima sifat yang mulia (Wu
Chang) terdiri dari:
a)
Pengertian Ren/Jin/Jen: (cinta kasih)
Menurut Houston Smith, kata ren/jin/jen
ini dapat di terjemaahkan banyak arti seperti kebaikan, dari
manusia ke manusia, pemurah hati,cinta, dan juga diartikan sbagai berhati
manusia. Dalam pandangan khonghucu dalam kehidupan jen merupakan inti sari dari
kesempurnaan adi kodrati, yang diakuinya sendiri belum pernah dilihatnya
terwujud sepenuhnya.
Gagasan khonghucu mengenai yi (peri
keadilan kelurusan) jauh lebih berbeda dengan gagasannya terhadap jen (prikemanusiaan).
Gagasan mengenai yi lebih bersifat aga formal.
Sedangkan gagasan jen jauh lebih bersifat
kongkrit.
Ketika Hwan-Thi (murid Konghucu)
bertanya tentang cinta kasih (perikemausiaan), khonghucu menjawab :
“prikemanusiaan (cinta kasih) itu dapat trwujud dengan jalan mencintai orang
lain.” (Lun Gi XII,22).
Hwan-thi bertanya lagi tentang kebijaksanaan, dan khonghucu menjawab:
“kebajikan itu adalah seseorang yang dapat mengenal orang lain”. (Lun Gi XX,
22:2)
Jen juga mencakup suatu perasaan manusiawi terhadap orang lain dan
juga penghormatan pada diri sendiri, suatu perasaan mengenai keagungan martabat
manusia di dunia ini. Apabila kita memiliki jen, maka akan muncul sikap seperti
murah hati, percaya, dan dermawan.
Fung Yu Lan mengatakan bahwa jen adalah
salah satu yang penting dalam pemikiran khonghucu. Jen menurut Fung Yu Lan adalah
sebuah kata yang dapat merangkum semua kualitas moral yang akan digunakan oleh
seseorang dalam hubungannya dengan yang lain.
b)
Pengertian I/Gi
Chau Ming, mengartikan I atau
Gi,
sebagai rasa solidaritas, rasa senasib-sepenanggungan dan rasa membela
kebenaran. Sedangkan Fung Yu Lan mengartikan i atau gi sebagai “keadilan” dan
“kebenaran”. Hal ini dapat terlihat dalam khonghucu, “seorang Kuncu(manusia
budiman) hanya mengerti akan kebenaran, sebaliknya seorang rendah budi hanya
mengerti akan keuntungan.” (Lun Gi IV: 16).
Bagi khonghucu, I/Gi suatu hal
yang amat penting dalam kehidupan manusia, bahkan lebih penting dari harta dan
ketenangan. Dalam hal ini khonghucu berkata, “tidak memiliki I/Gi namun
memiliki kekayaan dan ketenangan, hal itu bagiku hanya merupakan awan yang
mengapung di langit.” (Lun Gi VII: 16) khonghucu berkata
lagi, “Bila melihat I/Gi namun tudak melakukan sesuatu, itu adalah perbuatan
yang tanpa memiliki kebenaran.” (Lun Gi III:24)
Menurut khonghucu , keberanian
harus disertai dengan kebenaran (I/Gi), kebenaran harus diletakan diatas
keberanian.
c)
Pengertian Li/Lee
Pengertian Li
menurut khonghucu adalah “sopan-santun” dan “tata krama” atau “budi pekerti”.
Suatu hubungan yang dilakukan oleh manusia yang satu dengan yang lain harus
dilakukan dengan Li. Li adalah suatu pedoman yang
harus ditaati oleh manusia dalam berhubungan antara satu dengan yang lainnya.
Khonghucu mengartikan Li ini
sebagai “ritus” atau “upacara”.
d)
Pengertian Ce/Ti (bijaksana)
Konsep kebijaksanaan menurut
khonghucu :
“bila kita melihat orang yang
bijaksana, kita harus berusaha menyamainya. Bila kita melihat orang yangb tidak
bijaksana kita harus memeriksa dan melihat dalam diri kita sendiri”. (Lun Gi
IV:17)
Dari perkataan diatas khonghucu
sangat menekankan pentingnya sikap Ti atau Ce, karna sikap itu dapat
menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi seseorang.
e)
Pengertian Sin
Sin artinya “dapat dipercaya”. Seseorang tidak hanya percaya pada
dirinya sendiri tapi juga harus dapat dipercaya oleh orang lain. Menurut
khonghucu, Sin mempunyai
peranan penting dalam kehidupan manusia, tanpa Sin seseorang tidak banyak
mempunyai arti dalam masyarakat.
2)
Pengertian Pa Te (delapan sifat mulia)
a)
Siau/Hau
Siau/Hau dapat diartikan rasa bakti yang tulus terhadap orang tua, guru,
dan leluhur. Seorang anak harus dapat berbakti kepada orang tuanya , baik orang
tuanya masih hidup maupun sudah meninggal dunia.
b)
Thi/Tee
Thi/Tee dapat diartikan sebagai rasa hormat terhadap yang lebih tua
diantasa saudara. Maksudnya dalam kehidupan rumah tangga seorang adik harus
menghormati kakanya. Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari, yang muda
menghormati yang tua.
c)
Cung/Tiong
Cung atau Tiong, dapat diartikan
sebagai setia terhadap atasan, setia terhadap teman dan kerabat.
d) Sin
Sin dapat diartikan kepercayaan, rasa untuk dapat dipercaya atau
menepati janji, orang yang dapat menepati janji amat disegani oleh orang lain,
namun orang yang tidak dapat menepati janji akan dibenci oleh orang lain.
e)
Lee/Li
Lee atau Lee dapat diartikan sebagai sopan
santun, tatak rama dan budi pekerti.
f)
I/Gi
I/Gi dapat diartikan sebagai rasa solidaritas, rasa senasib dan
sepenanggungan dan mau membela kebenaran serta menolak hal-hal yang dirasakan
tidak baik dalam hidup.
g)
Lien/Liam
Lien/Liam dapat diartikan memperaktekan cara hidup yamg sederhana dan
tidak melakukan penyelewengan.
h)
Che/Thi
Che/Thi diartikan dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang
amoral atau hal-hal yang dapat merusak moral.
3)
Chun Tzu atau kuncu menurut pandangan konghucu
Setelah seseorang dapat
melaksanakan San Kang, Ngo Lun, Wu Chang, dan Pa Te.
Maka ia akan sampai pada pengwrtian manusia yang ideal yang oleh khonghucu
disebut Chun Tzu
atau kuncu
(manusia budiman). Ini dapat di wujudkan melalui pengembangan watak
dan moral yang baik berdasarkan ajaran khonghucu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar