Selasa, 22 Mei 2012

resume topik 5


1.    Aspek Ketuhanan dalam Tao
Di dalam taoisme, ketuhanan terwujud dalam berbagai cara. Dalam pengertian, semua penciptaan yang ada di alam ini adalah suatu wujud dari ungkapan tentang Tuhan atau menggambarkan tentang keberadaan Tuhan, seperti ungkapan dalam agama tao bahwa segala sesuatu datang dari tao dan segala sesuatu akan kembali kepada tao. Tetapi tao bukanlah mahkluk tertinggi, dia adalah prinsip alam, menyerap semua aspek penciptaan dengan tenaga atau kekuatan. Dia juga sering digambarkan sebagai yang tak dapat dirasakan, dilihat dan diraba. Dalam agama tao dikenal banyak dewa-dewa dan roh-roh yang mendiami alam ini, pertama ada unsur ketuhanan yang terwujud dari energi asal. Kemudian ada dewa yang menciptakan dunia: banyak diantaranya adalah dewa-dewa masa lampau yang diambil dari taoisme, dewa-dewa yang lain yang berasal dari tradisi orang kebanyakan yang dipuja oleh orang banyak, orang-orang yang memiliki kekuasaan didunia, setelah mereka mati dianggap penguasa surga atau memiliki kekuasaan disurga dan juga dianggap sebagai dewa.
pengembangan ajaran Tao dapat dikelompokkan menjadi:
1.      Hubungan Manusia dengan Alam Semesta.
Manusia tercipta karena sebuah proses alam, karenanya kelangsungan hidup manusia tidak bisa terlepas dari alam. Kaum Tao berpendapat bahwa agar manusia bisa tetap bisa bertahan hidup maka harus bisa menyesuaikan diri dan menjaga keharmonisan dengan Alam. Karena itulah konsep dasar ajaran Tao adalah adanya ‘Keharmonisan’ antara manusia dengan Alam Semesta. Ditambah dengan adanya rasa ingin tahu, maka mulailah manusia berusaha mengenal “Karakter” Alam Semesta. Hingga kemudian terciptalah berbagai Ilmu Perbintangan (Astronomi & Astrologi), Kalender untuk mengenal musim, Hongsui dan lain sebagainya. Berbagai pengetahuan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai kesulitan hidup. Dengan mengenal “Karakter” Alam Semesta maka manusia bisa hidup secara ‘Harmonis’ didalamnya.
2.      Hubungan Manusia dengan Tuhan / Dewa-Dewi / Para Suci.
Karena keterbatasan panca indera, kadang manusia merasa ‘Tidak Berdaya’ menghadapi berbagai peristiwa alam seperti banjir, gempa bumi dan lain-lain. Manusia sadar akan keterbatasan dirinya. Maka mulailah manusia ‘Mencari Perlindungan’ kepada sosok ‘Penguasa Alam’. Mulailah dilakukan berbagai pemujaan dan persembahyangan untuk memohon perlindungan. Semakin lama semakin tertata seiring dengan perkembangan budaya.
Dalam perkembangan selanjutnya muncullah sosok-sosok pemikir yang tidak puas hanya dengan sebatas pemujaan dan ritual belaka. Mereka berusaha mencari cara untuk mengungkap misteri keberadaan ‘Sang Pencipta’. Mulailah manusia tidak hanya mengenal pemujaan yang bersifat formalitas belaka, melainkan mulai berusaha mengadakan hubungan yang bersifat lebih pribadi dengan ‘Penguasa Alam’. Hingga kemudian manusia mulai mengenal ‘doa’. Ada juga yang berusaha mengadakan ‘kontak’ dengan ‘Sang Pencipta’ melalui ‘Keheningan’ yang kini kita kenal dengan meditasi. Memunculkan konsep keagamaan berupa ajaran kebenaran / kebijaksanaan dan metode spiritual yang berhubungan dengan ‘Pencerahan’! Demikianlah perubahan dan perkembangan terjadi selama ribuan tahun hingga kini kita mewarisi berbagai bentuk ritual, ajaran kebenaran, doa, meditasi dan metode spiritual lainnya.
3.      Hubungan Manusia dengan Sesamanya.
Manusia adalah mahluk sosial yang punya kecenderungan untuk hidup berkelompok. Dan seiring dengan semakin berkembangnya peradaban maka secara otomatis mulailah tersusun berbagai aturan dan norma yang berkembang menjadi tradisi, adat istiadat, tata krama dan lain sebagainya. Tujuannya untuk menata kehidupan sosial manusia agar teratur, menghindari perselisihan, mengendalikan kejahatan dan lain-lain, sehingga hidup menjadi lebih teratur dan nyaman. Berawal dari sinilah kemudian manusia mulai mengenal organisasi dengan aturan yang baku atau hukum. Dan pada tahap berikutnya ini merupakan cikal bakal terbentuknya sebuah pemerintahan.
  1. 4.      Hubungan Manusia dengan Kehidupan Pribadinya.
Mungkin ini salah satu inti utama dari ajaran Tao yang sangat erat kaitannya dengan naluri alamiah manusia yang berusaha untuk bertahan hidup dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan adanya kecerdasan dan akal budi yang dimiliki manusia. Maka secara otomatis muncul sosok-sosok cerdik pandai yang berpikir tentang hal-hal yang berada diluar jangkauan panca indera dan berada diluar kendali.
Mulailah muncul pemikiran tentang berbagai fenomena kehidupan seperti: “Kenapa manusia bisa sakit dan mati? Mulailah muncul sosok-sosok genius yang berusaha untuk mencegah kematian fisik. Walaupun tidak berhasil, tetapi akhirnya terciptalah berbagai ilmu pengobatan, ramuan suplemen dan juga senam serta ilmu pernapasan yang bisa menjaga kesehatan fisik dan memperpanjang usia.
Disisi lain para Pakar Tao Kuno juga berusaha mencari tahu “Apa yang terjadi setelah kematian fisik manusia?” Mulailah berkembang Olah Spiritual Tao yang mengembangkan segenap potensi diri untuk mengungkap misteri kematian. Dengan harapan, jika kita bisa mengungkap misterinya, maka kita bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya. Ini juga merupakan reaksi alamiah manusia yang mempunyai rasa ingin tahu serta berusaha mencari selamat.(psychologmania. Ajaran tao-taoisme).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar